Terima Kasih Untuk Segalanya

Kata yang sering kita dengar namun kadang sulit kita ucapkan. Bukan karena kita tidak bisa melafalkan huruf – hurufnya, tapi lebih karena keengganan kita. Yah keengganan, ketidak mauan, atau apalah namanya. Kenapa kita enggan karena sering kita merasa bahwa apa yang dilakukan itu hal biasa, sudah tugasnya, sudah menjadi kewajiban bagi orang tersebut. Sehingga kita jarang mengucapkan kata ini. Contoh simpelnya gini, seberapa sering kita mengucapkan terima kasih untuk orang yang tiap hari mengambil sampah dari rumah kita? mungkin banyak yang berpikir ‘ah itu kan hal kecil, itukan tugasnya’. Tapi pernah tidak kita bayangkan, satu minggu saja orang itu tidak mengambil sampah dari rumah kita maka apa yang akan terjadi mungkin sampah yang bertumpuk, bau, dan berpenyakit.

Itu baru dari hal kecil,bagaimana dengan berterima kasih pada guru kita? Yang sudah rela memberikan kita ilmu, pengajaran, pengetahuan yang mereka miliki. Untuk mendidik kita, membentuk karakter diri kita. Pernah kita lihat lelah di bola mata mereka, namun senyum selalu hiasi bibirnya. Mereka membuka mata dan hati kita, untuk menggenggam dunia dengan memahami  ilmu. Sehingga kita tahu yang kita tak tahu. Dia lah guru kita, dosen kita. Seringnya malah kita mengisi hari-harinya dengan datang terlambat, tidur di kelas, mengerjakan tugas terlambat, dsb. Lalu dimana rasa terima kasih kita pada mereka. Lagi – lagi sebagian dari kita berkata mungkin akan berkata, ‘mereka kan dibayar, yah sudah kewajiban mereka donk’.

Betul itu memang kewajiban mereka, betul itu tugas mereka, betul juga mereka di bayar untuk melakukan hal itu. tapi itukah yang menjadi alasan kita enggan mengucapkan terima kasih? Karena itu kah kita gengsi mengucapkan terimkasih?

Saudaraku, terima kasih itu juga menghormati  mereka. Terima kasih juga wujud syukur kita atas keberadaan mereka, atas apa yang telah mereka ‘berikan’ untuk kita. dan Terima kasih juga cara sederhana kita untuk membuat mereka berarti dan dihargai.

Terima kasih untuk segalanya…

2 thoughts on “Terima Kasih Untuk Segalanya

  1. Nida 23 Mei 2010 / 5:46 AM

    bukanya gengsi kak, tapi terkadang lupa untuk mengatakan. Padahal terima kasih itu wujud apresiasi, dan fitrahnya manusia pasti senang dengan apresiasi.

  2. imam.ks 24 Mei 2010 / 2:59 PM

    bisa…tp lupa krn gak biasa…dan gak biasa pasti ada sebabnya kan?nah sebabnya krn kita sering ngerasa itu sudah tugasnya…sudah kewajibannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s