Budaya kita…

Ada beberapa hal menarik yg pernah seseorang katakan kpd saya, yaitu mengenai budayanya orang Indonesia, tapi karena kebodohan saya, saya cuma ingat 5, yaitu:

1. Perlakuan khusus pd seseorang yg berkuasa.

Jadi di Indonesia ini, orang – orang yang  memiliki kekuasaan,terutama di bidang pemerintahan memiliki “perlakuan khusus” secara otomatis dari masyarakat. Entah di sadari atau tidak, rakyat Indonesia sering kali menganggap orang yg memiliki kekuasaan (entah sedikit atau banyak) lebih baik, hal ini pula yg menyebabkan para pengusaha yg sudah sukses saat ini beramai-ramai mencari ijazah dengan alasan untuk pencalonan PILKADA atau yg semacamnya. Kenapa? Karena walaupun telah memiliki banyak harta, mereka merasa belum lengkap Tanpa kekuasaan.

2. Menjaga jarak dgn yg berkedudukan lebih tinggi.

Hal ini masih berhubungan dengan masalah di atas,tetapi dapat bermakna lebih luas, seperti dalam keluarga, di mana saat ini, di Indonesia seorang anak masih sering sekali mengalami kesulitan untuk berbicara “sejajar” (bukan berarti lebih tinggi atau menentang) dengan orang tuanya. Bahkan tanpa saya ketahui kalau Indonesia menempati urutan (sekitar) 74 di dunia dlm hal kesetaraan dlm rumah tangga.

3. Korupsi merupakan hal yg normal

Hal ini sangatlah menarik, karena tanpa kita sadari kita sering kali melakukan korupsi kecil2an dan menganggap semuanya normal (contoh: nyontek saat ujian, ngambil keuntungan dari amanat orang tua, dll.). Yg lebih parah korupsi besar pun saat ini hampir dianggap normal di Indonesia, contohnya saja saat ini ketika orang – orang melihat berita mengenai korupsi di TV mereka tdk merasakan apapun dan menganggapnya biasa saja, dan pelaku korupsi pun masih bisa “cengengesan” saat sedang di sidang.

4. Selalu cari aman.

Hal ini dpt dilihat dgn mudah dari segi bisnis di mana kebanyakan pebisinis di negeri ini tdk berani mengambil resiko (Take The Risk) dan cenderung menghindar (Avoid The Risk), dan tanpa di sadari hal ini terjadi dlm kehidupan sehari-hari, sehingga
bangsa Indonesia seolah-olah berjalan di tempat, dan cenderung menuju kemunduran. Bukankah semakin besar resiko yg dihadapi maka semakin besar pula hasil yg akan di dpt?

5. Munafik (Hypocrite)
Budaya yg satu ini telah melekat dlm diri bangsa Indonesia (menurut Koentjaraningrat, Pramodya Ananta Toer, dan banyak tokoh2 lain dlm buku karangan mereka), sehingga tanpa sadar hampir dilakukan setiap hari. Contoh kecil saja saat seseorang di tanya apakah mau menjadi pemimpin (entah di kls, di masyarkat, di tim, atau apapun) kemungkinan besar orang tsb akan bilang “NO!”, tp
dlm hatinya ia berteriak “YES!”. Jadi orang Indonesia seringkali berkata “NO! NO!” padahal dlm hatinya “YES! YES!” atau sebaliknya, entah demi kesopanan, ga mau sombong, atau alasan palsu lainnya yg pd intinya bertentangan dgn hatinya, sehingga tanpa sadar bersifat munafik.

Entah hal2 di atas sesuai dgn keadaan tmn2 atau tdk, Syukur Alhamdulillah bila TIDAK, tetapi coba perbaiki jika YA

8 thoughts on “Budaya kita…

  1. IbnuSina28 5 Agustus 2010 / 3:35 PM

    pokoknya segala hal yang sbenarnya buruk dianggap normal di indonesia mas..🙂

  2. imam.ks 5 Agustus 2010 / 5:11 PM

    @IbnuSina28
    iya yah contohnya gosip…subhanallah dari pagi hari ampe sore2 itu acara gosip banyak banget…

  3. Nida 6 Agustus 2010 / 7:22 AM

    Notes : pokoknya segala hal yang sbenarnya buruk dianggap normal di indonesia mas…nggak semuanya juga lho..^^, hati2 kata2 yang digunakan…

    ~ Kak, kalau nida punya perlakuan khusus pd seseorang yg baik hati dan suka menolong…

    Postinganya bagus kak, untuk evaluasi kita semua..^_^

  4. imam.ks 6 Agustus 2010 / 11:45 PM

    @Nida
    iya juga memang tidak semua yg buruk dianggap normal, tp kebanyakan dari kita sering menganggap bahwa itu adalah hal yg biasa terjadi, padahal kata Rasulullah jika kita melihat keburukan maka minimal adalah mengubahnya atau menyatakan ketidak setujuan atau ketidak sukaan dengan hati dan ini adalah selemah – lemah iman. tp inalillahi ketika kita melihat banyak kemungkaran, mengingkari dgn hati pun tidak, masya Allah bisa dibayangkan kadar keimanan kita mungkin lebih lemah dari selemah- lemahnya iman. Wallahualam

    saatnya memperbaiki diri, mumpung momen ramadhan akan segera tiba

  5. Nida 12 Agustus 2010 / 6:13 AM

    “tp kebanyakan dari kita sering menganggap bahwa itu adalah hal yg biasa terjadi…” iya baiklah,,afwan ya kak…

  6. imam.ks 12 Agustus 2010 / 10:55 AM

    @Nida
    iyah gak apa -apa jangan diulanbgi lag yah…traktiran saya aja kalo mau ^^

  7. Nida 15 Agustus 2010 / 9:43 PM

    Kak imam!! Hubunganya apa kak… +_+

  8. imam.ks 15 Agustus 2010 / 11:32 PM

    @Nida
    hahaha hubungan baik…kan sebagai wujud permintaan maaf jadi yah kudu traktir saya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s