Indonesia Menuju Kegagalan, Setujukah kamu?

Organisasi Fund for peace dan Foreign policy magazine beberapa waktu yang lalu merilis daftar Negara – Negara berdasarkan Indeks Negara gagal untuk tahun 2010. Ada 12 indikator yang digunakan yang dibagi dalam 3 kategory besar, social, eknomi, dan politik.

Social

  • Mounting Demographic Pressures
  • Massive Movement of Refugees or Internally Displaced Persons creating Complex Humanitarian Emergencies
  • Legacy of Vengeance-Seeking Group Grievance or Group Paranoia
  • Chronic and Sustained Human Flight
  • Sharp and/or Severe Economic Decline

Economic

  • Uneven Economic Development along Group Lines

Political

  • Criminalization and/or Delegitimization of the State
  • Progressive Deterioration of Public Services
  • Suspension or Arbitrary Application of the Rule of Law and Widespread Violation of Human Rights
  • Security Apparatus Operates as a “State Within a State”
  • Rise of Factionalized Elites
  • Intervention of Other States or External Political Actors

Indonesia berada di posisi 61 atau turun 1 peringkat dari tahun lalu di posisi 60, dan termasuk Negara yang diperingatkan.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_Failed_States_Index

Tidak banyak yang tahu tentang indeks ini, namun hasil investigasi dari dua organisasi ini cukup membuat saya mengkerutkan dahi, ‘emang segitu parah yah indonesia sehingga masuk kedalam Negara gagal’ lalu ‘apa yang bisa saya lakukan untuk negeri ini?’.

( Syndrom) Negara Gagal

Menurut Jared Diamond (2005), negara gagal dicirikan lima faktor yakni: 1) kerusakan lingkungan; 2) pemanasan global; 3) tetangga yang bermusuhan; 4) mengendurnya dukungan kelompok masyarakat yang sudah menjalin hubungan baik melalui perdagangan; 5) lembaga politik, ekonomi, sosial dan budaya lumpuh sebagai pemecah persoalan.

Sementara Noam Chomsky (2006) mengatakan setidaknya ada dua karakter utama yang membuat suatu negara dapat disebut sebagai gagal.

Pertama, negara yang tidak memiliki kemauan atau kemampuan melindungi warganya dari berbagai bentuk kekerasan dan bahkan kehancuran.

Kedua, tidak dapat menjamin hak-hak warganya, baik di Tanah Air sendiri maupun di luar negeri. Juga tidak mampu menegakkan dan mempertahankan berfungsinya institusi-institusi demokrasi.

Ok, mari kita sedikit analisis dari dua pendapat di atas banyak banget yang kejadian di Indonesia. Sehingga kita bisa tahu nih kalo Indonesia masuk ke Negara yang terkena sindrom kegagalan atau tidak? Lets check this out…

Kasus yang lagi hangat, konflik vertical di tarakan antara kaum pribumi dan pendatang. Pemicu karena kecemburuan social yg bermula dari kesenjangan ekonomi yang terjadi antara kaum pribumi dan pendatang. Sebuah studi kemiskinan Bank Dunia bertemaMaking The New Indonesia Work For The Poor menunjukkan bahwa di negara ini masih terdapat sekitar 39,1 juta orang atau sekitar 17,75 populasi masyarakat yang miskin. Artinya, angka kemiskinan di Indonesia sejak 1998 belum membaik. Jumlah orang miskin periode 1998-2006 berkisar antara 34-5O juta orang.

Belum lagi pemboman pake sepeda onthel ala orang di bekasi. Atau juga gimana rakyat kita jadi ketakutan dan cukup khawatir dengan kasus perampokan bersenjata api di medan dan sekitarnya. Juga  yang hangat banget adalah konflik penyerangan perkampungan ahmadiyah di kampong cisalada, ciampea bogor seakan semakin mengabsahkan ketidak mampuan pemerintah dalam memberikan rasa aman dan menjamin hak – hak warganya.

Juga bagaimana aparat Negara ini telah kehilangan wibawanya di hadapan rakyat. Kasus penyerangan kantor polisi di Sumbawa seakan menjadi bukti nyata kegagalan pemerintah menjadi pengayom rakyatnya. Institusi ini seolah lumpuh dan tak sanggup berdiri tegak melaksanakan fungsinya  karena habis dirongrong oleh ‘tikus’ yang ada di institusinya. DPR sudah kehilangan muka di hadapan rakyat konstituennya. Selain dipicu dari prilaku DPR yang tidak memiliki rasa empati terhadapa penderitaan rakyat, seperti kegemaran mereka untuk plesiran ke luar negeri, hingga rencana ‘gila’ mereka yang akan membuat gedung baru yang memiliki fasilitas sekelas hotel bintang 5. Korupsi juga menggerogoti institusi ini makin menambah lengkap ‘koreng’ di muka dewan yang terhormat.

Dari pendapat bapak Jared faktor yang mencirikan Negara gagal adalah salah satunya kerusakan lingkungan. Masih perlu dijelasin? Ok gimana kalau kita ambil contoh tentang kerusakan hutan saja (soalnya kalo dijelasin bisa banyak banget…) Berdasarkan hasil analisis Forest Watch Indonesia bersama Global Forest Watch, selama kurun waktu 50 tahun luas hutan Indonesia menyusut hingga 40 persen lebih. Data di atas agaknya diakui oleh Kementerian Kehutanan. Kementerian yang kini diawaki Zulkifli Hasan ini mencatat pada 2006 saja tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai 59,6 juta hektare dari total luas hutan Indonesia se banyak 120,35 juta hektare. Ini ber arti jumlahnya nyaris menyentuh angka 50 persen.

Saya ingin menunjukkan sindrom kegagalan negara ini dari parameter yang paling konkret dan dekat, yaitu dengan melihat tujuan bangsa ini bernegara sebagaimana termaktub dalam UUD 1945: “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…,”

Dari paparan saya yang dangkal diatas, negara kita lagi kena sindrom Negara gagal yah. Setujukah kamu bahwa Negara ini termasuk Negara yang sedang memasuki gerbang  kegagalan? Kalo saya IYA, jika sederet cerita memilukan di atas terus menerus dibiarkan dan tidak dilakukan perbaikan2x yang signifkan dalam tatanan Negara ini. Saya tidak akan banyak bahas gagasan perbaikan dari segala aspek, karena saya tidak memiliki ilmu yang mumpuni untuk itu. Saya hanya ingin membuka wawasan, membangunkan kamu semua dari ‘tidur’ bahwa detik ini, Negara kita butuh kamu untuk bangkit. Sudah saatnya kaum muda bergerak memperbaharui negeri ini. Bukan dengan berteriak di jalan, tapi bergerak dengan karya nyata, bekerja untuk bangsa dan Negara.

Yuk kita berkerja dan berkarya agar Indonesia sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s