Soetanto Effect!!!

Saya tertarik dengan sosok beliau ini semenjak saya menonton acara Kick Andy edisi 4 Desember 2009, artinya lebih dari setahun yang lalu. saat saya menonton acara ini cukup dibuat kagum dan bangga dengan seorang Prof. Ken Soetanto ini. Sangat inspirasional. Bagaimana tidak Ken Soetanto, adalah WNI Peraih Empat Doktor di Jepang. Raih 31 Paten, Researchnya didanai Rp 144 Miliar Setahun. Prestasi membanggakan ditorehkan Profesor Ken Soetanto. Pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang. Lebih hebatnya, puncak penghargaan akademis itu dicapainya pada usia 37 tahun.

Berbagai penghargaan berhasil diraih Soetanto, di antaranya Outstanding Achievement Awards in Medicine andAcademia dari Pan Asian Association of Greater Philadelphia, AS. Juga predikat profesor riset terbaik dan profesormengajar terbaik selama tujuh tahun berturut-turut di Toin University of Yokohama. Sebuah pencapaian yang bukanhanya sangat luar biasa, akan tetapi bahkan terbilang nyaris mustahil. Mengingat, sebelumnya begitu banyakrintangan yang harus ia hadapi. Mulai dari para akademisi Jepang yang meremehkannya sampai kisah masa kecilnyayang rapuh dan mengidap penyakit TBC saat masih tinggal bersama ibu tirinya.

Pada tahun 1988-1993, Soetanto yang juga direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) ini menjadi associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, USA. Ia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering Program University of Yokohama (TUY). Saat ini Prof Ken Sutanto tercatat sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, dan profesor tamu di Venice International University, Italia.

Gelar itu dirangkap dengan jabatan wakil dekan di Waseda University. Kemampuan otak pria kelahiran 1951 ini sungguh brilian karena mampu menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Itu terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang Applied Electronic Engineering di Tokyo Institute of Technology, Medical Science dari Tohoku University, dan Pharmacy Science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar Waseda University.

Di luar status kehormatan akademik itu, Prof Ken Soetanto juga masuk birokrasi di Negeri Sakura dan tercatat sebagai komite pengawas (supervisor committee) di METI (Japanese Ministry of Economy, Trade, and Industry atau semacam Menko Perekonomian di RI). Selain itu, beliau juga ikut membidani konsep masa depan Jepang dengan menjadi Japanese Government 21st Century Vision.

Perjalan hidup beliau tidaklah mudah. banyak halangan dan ujian yang beliau terima.

Kisah sukses Prof Ken Soetanto tak terlepas dari sentimen politik, terutama kebijakan pemerintah Orde Baru yang meminggirkan hak-hak sipil warga keturunan Tionghoa. Tekanan inilah yang memicu dia memilih “lari” ke Jepang. Ia pun sempat menggelandang karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan. namun itu tak membuat dia patah semangat.

Beliau juga menemukan suatu konsep pengajaran yang diberi nama Soetanto effect. Dimana dia melakukan pendekatan kepada mahasiswanya dengan cara memberikan stimulus yang dapat membangkitkan gairan belajar mahasiswa tersebut. Hal ini telah beliau buktikan ketika mengajar di Toin University dimana 80% mahasiswanya (yg beliau ajar) adalah orang yang sudah tidak memiliki semangat untuk belajar. mereka mengambil kuliah hanya untuk mendapatka kredit dan gelar saja. supaya mereka bisa mendapat pekerjaan. namun ajaibnya (yg saya baca dari buku beliau yg berisi testimoni murid – muridnya) soetanto dengan caranya mampu membuat orang buangan menjadi orang yang jadi rebutan.

Dan beberapa waktu yang lalu, Prof Ken Soetanto pulang kampung masal dengan ilmuwan – ilmuwan indonesia yang ada di luar negeri. Mereka mengadakan  Indonesiaan Summit di Jakarta, guna menghimpun gagasan dan  langkah nyata ilmuwan indonesia yang kaliber dunia ini dalam menyelesasikan permaslahan di Indonesia. Prof Ken bergabung dalam cluster pendidikan.

“Pendidikan perlu dimaknai sebagai upaya untuk menginspirasi, memotivasi, dan membangkitkan kegairahan belajar selain meningkatkan kecerdasan intelektual. Untuk itu, semua anak Indonesia harus diyakini mempunyai kemampuan dan potensi yang setara untuk mengembangkan diri sesuai dengan aspirasinya.” Demikian rekomendasi Ken Soetanto, ilmuwan Indonesia di Jepang, yang merupakan satu dari sejumlah ilmuwan bidang pendidikan pada pertemuan puncak Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di Jakarta, pekan lalu.

“Guru memerlukan kemampuan mendidik yang menekankan pendekatan dari hati ke hati,” kata Ken yang mengembangkan konsep pendidikan Soetanto Effect yang diterapkannya selama mengajar di perguruan tinggi di Jepang.

Yah Moga Prof Ken bisa memberi inspirasi untuk kita semua untuk bisa terus berprestasi.

4 thoughts on “Soetanto Effect!!!

  1. Poetri 25 Desember 2010 / 6:04 PM

    Yosh semangat. KITA PASTI BISA! TFS

  2. Poetri 25 Desember 2010 / 6:07 PM

    Oya ada besiswa MEXT master dan doctor lho untk studi di waseda. Siapa tahu berminat, coba search aja. Saya tahu infonya dr teman di multiply🙂

  3. erie 29 Desember 2010 / 11:37 AM

    wha,mantap mam

  4. Rudy tan 4 April 2013 / 11:35 AM

    INILAH ETNIS YG LEBIH NASIONALIS DARI YG MERASA ANAK BANGSA,…..BGMNA??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s