Every Heart Lirik – Ost Inuyasha (dan kenangan saya dalam lagu ini)

Malam ini karena mata yang tak kunjung bisa terpejam, saya memutuskan untuk dengerin beberapa lagu sambil berharap dapat tidur dan bisa bangun pada subuh nanti. Playlist #winamp nya saya random aja. lagu pertama i’m with u punya avriel levigne, lagu kedua…ah saya lupa judulnya cuma yang nyanyinya King of convienience (ituloh duo cowok dari norwegia yang musicnya khas banget) and lagu berikutnya, Every Heart – Ost Inuyasha. Degh…seketika itu pula lintasan pikiran itu kembali mengulang memori yang pernah terjadi.

Lagu ini dinyanyiin ama BoA. dan jadi Ostnya inuyasha selain lagunya DOI. yang bikin saya tertarik untuk membuka mata lagi adalah kenangan yang pernah ada dengan lagu ini. Yah kurang lebih 6 tahun yang lalu, awal saya kelas 3 SMA di Bandung. saat saya dan ribuan siswa yang lain yang ada di bandung  atau bahkan di indonesia untuk bersiap berjuang untuk bisa lulus Ujian Nasional n SPMB.  Saya dari dulu punya cita – cita untuk kuliah di ITB, di institut terbaik di Indonesia. siang – malam, pagi – petang waktu dihabiskan untuk belajar mempersiapkan SPMB. Bahkan tiap minggu selama dua malam sampai nginep di Nurul Fikri Buah batu hanya untuk mendapatkan Extra time belajar matematika di sana.

Tiap hari otak ini isinya cuma SPMB n ITB. saya seperti ‘orang sakit’, obsesi yang menggila. Bahkan tiap minggu saya sempatkan waktu untuk mengunjungi kampus ITB. saya foto satu – satu gedungnya. saya perhatikan struktur bangunannya, suasananya. ada Gedung tua yang berbentuk mirip rumah gadang di depanya, ada seperti peta arah fakultas tepat di tengah2 kampus yang menjadi penunjuk arah lokasi fakultas-fakultas di sana. ada mesjid salman, gedung kayu, taman Ganesha. semua terangkai dalam satu kata ITB.

Kaki ini pun melangkah ke sana. Ke gedung berlantai empat itu. Gedung jurusan Teknik Sipil ITB. iya saya memang memilih jurusan ini untuk SPMB. Jurusan yang kata orang akan membuat saya nantinya bekerja di tempat ‘basah’. ah saya tak peduli, karena saya masuk jurusan ini bukan untuk mencari tempat ‘basah’ tapi karena saya ingin seperti mereka para insinyur yang membangun banyak gedung tinggi, saya ingin membuat gedung tertinggi dunia. Muluk?mungkin saja tapi saya saat itu tak peduli.

Hari SPMB pun tiba, dengan keyakinan yang besar dan harapan besar pula untuk bisa menjadi mahasiswa di ITB, saya mengikuti seleksi ini. hari pertama selesai, ah saya merasa bisa menjawab dan benar apa yang saya jawab. hari kedua tantangannya lebih berat menurut saya karena di sana ada pelajaran yang saya benci, KIMIA. Ntah lah saya begitu alergi dengan mata pelajaran ini. Bahkan nilai – nilai kimia saya di SMA pun tidak lebih dari angka sembilan dibalik (enam maksudnya).  dan Alhamdulillah ternyata lebih mudah dikerjakan dibanding dengan anggapan saya.

Hari berganti hari, dan bulan pun berganti bulan. saya telah resmi menjadi lulusan dari SMA saya. itu artinya tugas pertama saya untuk lulus UN sudah tercapai. tinggal menunggu kepastian rampungnya tugas kedua, lulus SPMB. Saya sangat yakin dengan hasilnya. 1000% kalo perlu. Namun penantian ini justru membuatku takut, stress, dan cemas. semua pikiran negatif mulai muncul. bagaimana kalo saya gak lulus SPMB? ITB apa hanya akan menjadi khayalan saja?atau…atau…ah pikiran itu terus bermunculan bak cendawan di musim penghujan.

Dan hari itupun tiba. hari pengumuman SPMB. dari info yang saya dapat ketika mendaftar bahwa pengumuman itu dapat dilihat di website mulai jam 00.00. Dan hari itu saya seperti orang bodoh, keluar rumah jam 12 malam hanya untuk mengecek lulus atau tidaknya saya di ITB. dan ternyata orang bodoh ini tidak sendirian, karena di warnet ini juga banyak orang – orang bodoh yang juga tengah mengantri untuk mendapatkan giliran memakai internet. maklum saat itu internet tidak semudah saat ini yang bisa diakses kapan pun dan dimanapun. dan akhirnya giliran saya memakai internet. saya buka browser internet explorer di windows itu, saya ketikan alamat websitenya dengan hati – hati, saya masukan satu persatu nomor ujian saya, and klik tombol lihat hasil di bawahnya. menunggu cukup lama karena koneksi yang lemot padahal ini sudah warnet paling sakti, mahal lagi 5rb satu jamnya.

Dan hasilnya. Nomor ini tidak terdaftar atau tidak diterima. Innalillahi, ah tidak mungkin. saya cek lagi dan hasilnya tetap sama, nihil. saya putuskan untuk kembali kerumah saja dan berharap ‘keajaiban’ pada pagi hari nanti. berharap bahwa hasil di internet ini tidak valid, berharap Allah akan merubah hasil ini. toh bukan hal yang tidak mungkin untuk dirubah bagi Allah, begitu yang saya tanamkan dalam otak saya.

Pagi pun menjelang. Dari tadi malam mata ini memang tidak bisa terpejam. hanya menunggu datangnya sang fajar untuk menghapus semua hasil malam tadi. pagi ini saya akan membeli koran untuk memastikan takdir saya. saya pun membeli dua koran, koran KOMPAS dan Koran Pikiran Rakyat. Ah, ku susuri satu demi satu nomor pendaftaran  di helai demi helai dua koran itu. Dan hasilnya Nihil alias TIDAK LULUS. Ku ulangi dan tetap nihil. Bumi seperti berrotasi lebih cepat bahkan jutaan kali lebih cepat. Kepala pening tak tertahan dan air mata pun mulai meleleh, menetesi lembaran koran itu. Kecewa, Sedih, Marah, dan Putus asa adalah gambaran perasaan saya saat itu. saya merasa sebagai orang paling malang se dunia. saya merasa orang yang paling bodoh sedunia. saya merasa apa yang saya lakukan sia – sia belaka. bahkan saya merasa Allah tidak adil pada saya.

ITB, Taman Ganesha, Gedung jurusan teknik sipil itu semua hanya menjadi khayalan belaka. Allah telah menakdirkan yang lain yang lebih baik untuk saya. yah saya bisa berbicara seperti ini saat ini, tapi tidak saat itu. yang saya lakukan justru kebalikannya. Mengurung diri di kamar, dan tak bicara kepada siapapun. saya menghukum diri saya atas ‘kebodohan’ yang saya lakukan sendiri. di kamar itu, tak satu pun orang yang saya biarkan masuk. makanpun tak mau, tak ada selera, yang saya lakukan hanya menangis dan menangis. Saat kita terpuruk, tenggelam dalam kebencian kita sendiri, terus menerus menyalahkan keadaan, dan merasa bahwa kita adalah orang yang merasakan penderitaan paling dalam atas apa yang orang lain pernah lakukan pada kita, maka saat itulah kita akan makin sulit melihat adanya banyak kebahagiaan jika kita mau melakukan perubahan, mau memaafkan, dan mau ikhlas menerima keadaan. itu dilakukan berhari – hari,hingga akhirnya saya memutuskan untuk ‘berdamai’ sementara dengan diri ini. Itupun dilakukan karena saya kasihan dengan orang tua saya yang jadi ikut-ikutan terbebani.

Hari demi hari saya mencoba kembali berdiri di atas puing – puing cita2x yang telah sirna. Setelah ini ada dorongan yang begitu besar untuk mengevaluasi diri, tiap jam saya coba untuk berusaha memaafkan diri saya atas semua ini. bahwa saya bukan penjahat untuk diri saya sendiri. bahwa yang saya alami ini murni kehendak Allah untuk saya. Disaat kesedihan melanda diri, ada seorang sahabat yang senantiasa mengulurkan bantuannya. Seorang sahabat (semoga Allah menjagamu, dan membahagiakan mu selalu) yang terus memberikan dukungan. Sms dan telpon hampir setiap hari, bahkan hanya untuk sekedar memberikan bait – bait penyemangat atau canda – canda penggugah hati untuk menerima takdir ini. Tapi kebersamaan kami tidaklah lama, karena dia harus pergi. Dan saat perpisahan itu, dia memberikan saya satu MP3 dan meminta saya untuk mendengarkan lagu ini ketika saya sampai rumah nanti.

Judulnya adalah Every Heart yang dinyanyikan BoA. Awalnya saya tak mengerti dengan liriknya yang berbahasa Jepang gitu. Namun karena lagu ini diberikan untuk saya, saya pikir pasti ada something dari lagu ini. Dan hari berikutnya saya putuskan untuk mengunjungi warnet sakti. mencoba mencari arti dari lirik nya dalam bahasa inggris. Dan saya dapati seperti ini.

ikutsu namida wo nagashitara
Every Heart sunao ni nareru darou
dare ni omoi wo tsutaetara
Every Heart kokoro mitasareru no darou

nagai nagai yoru ni obieteita
tooi hoshi ni inotteta

meguru meguru toki no naka de
bokutachi wa ai wo sagashiteiru
tsuyoku tsuyoku naritai kara
kyou mo takai sora miageteiru

donna egao ni deaetara
Every Heart yume ni fumidaseru no
hito wa kanashimi no mukou ni
Every Heart shiawase ukabete nemuru

itsuka itsuka subete no tamashii ga
yasuraka ni nareru you ni

meguru meguru toki no naka de
bokutachi wa ikite nanika wo shiru
toki ni warai sukoshi naite
kyou mo mata aruki tsudzukete yuku

osanai kioku no katasumi ni
atataka na basho ga aru so sweet
hoshitachi ga hanasu mirai wa
itsumo kagayaiteita so shine

meguru meguru toki no naka de
bokutachi wa ai wo sagashiteiru
tsuyoku tsuyoku naritai kara
kyou mo takai sora miageteiru

meguru meguru toki no naka de
bokutachi wa ikite nanika wo shiru
toki ni warai sukoshi naite
kyou mo mata aruki tsudzukete yuku

nah, ini juga ada terjemahannya dalam bahasa inggris:

How many tears must be shed
Every Heart, Before we can become honest?
To whom must we proclaim our feelings
Every Heart, So that we can no longer feel loneliness?

I was frightened by the long, long nights
I prayed to the distant stars

Round and round in looping time
We are searching for love
For we want to grow stronger and stronger
We still look up to the high skies today

What kind of smile must we come across
Every heart, Before we can take a step towards our dreams?
A person in the face of sadness
Every Heart, His happiness drifts in slumber

Someday, someday, may all souls
Find true peace

Round and round in looping time
We live and come to understand things
At times laughing, sometimes crying
We will continue to walk again today

In the corners of my childhood memories
There is a warm place, So Sweet
Where the stars talk of a future
That will always sparkle, So Shine

Round and round in looping time
We are searching for love
For we want to grow stronger and stronger
We still look up to the high skies today

Round and round in looping time
We live and come to understand things
At times laughing, sometimes crying,

Artinya dalam banget. Dan saya sampai saat ini tidak menyangka kalau itu adalah salam perpisahan darinya. Dan Hingga saat ini saya masih belum bertemu dengannya lagi. Semoga engkau baik – baik saja.

Dan jika anda pernah dalam posisi tersebut, posisi dimana kita harus memperjuangkan kembali memulihkan kebahagiaan yang kita miliki, maka mulailah dengan menanamkan keyakinan dalam diri bahwa hidup yang dikaruniakan 4w1 sangatlah menyenagkan, bahwa 4w1 akan selalu memberikan kesempatan mendapatkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang mau dengan tabah untuk berubah menjadi lebih baik, bahwa 4w1 menciptakan dunia dengan berjuta keindahan dan juga kebahagiaan yang masih bisa kita raih ditempat yang tidak pernah kita perkirakan. Teruslah berjuang untuk hidup, terus memberikan manfaat bagi orang lain dan bagi orang orang yang telah dengan tulus mencintai kita dan mau menerima kita apa adanya karena sesungguhnya kita tidak pernah “sendirian”.

9 thoughts on “Every Heart Lirik – Ost Inuyasha (dan kenangan saya dalam lagu ini)

  1. Nida 19 Januari 2011 / 7:44 AM

    wah..kak mima..hiks hiks…
    ketika harapan tak sesuai kenyataan..
    kisahnya hampir sama kak dengan kisah nida…

    tapi nida ikutan ujian saringan masuk USM ITB, masuknya ke MIPA..tapi ibu waktu itu menentang,hiks hiks..
    jadilah nida masuk IPB…

    ayo semangat kakak!!!!!!!!!
    Allah tahu yg terbaik untuk kita
    selalu,,,

  2. imam.ks 19 Januari 2011 / 11:31 AM

    @Nida
    iiiissss….sembarangan ganti nama orang..hehe

    iyah nida apalagi saya 2x nyoba spmb n gak lulus terus di ITB. Tapi yang kedua sudah nggak sesakit yang pertama kali.

    Yang jelas proses itu semakin mendewasakan n Allah mah gak akan salah membuat skenario terindah (walau pada awalnya mungkin hambaNya cuma bisa menggerutu)…

  3. Nida 19 Januari 2011 / 5:20 PM

    ya ampun KAK IMAM cuma salah ketik aja….
    hehe..

    kalau masuk ITB beneran ntar bisa2 KAK IMAM, jadi kurus de…^^

  4. humaira ash shodiqoh 20 Januari 2011 / 11:33 AM

    hmmm, sayang sekali, sy belm pernah/bahkan tidak pernah merasakan “deg-degan” utk tes masuk universitas. nyoba ikut USMI,lolos, ya Alhamdulillah…

    Intinya mah, Allah itu amat sangat sayang dg qt… makanya, saat qt memilih jalan yang menurut Allah bukan jalan yg terbaik utk qt, Allah segera menyetop dan mengalihkan qt ke jalan lain, yang terbaik menurut Allah…
    Akhirnya, antum mjd lulusan Institut Pesantren Bogor, dan bahkan menjadi salah satu ustad disana.. LUAR BIASA!!!

  5. imam.ks 20 Januari 2011 / 12:38 PM

    @humaira ash shodiqoh
    amiin…
    tp degdegannya jg sama mungkin ya sama pas yg usmi nunggu pengumuman masuk/ngga usminya..

    namun ada harga yang harus dibayar atas keputusan saya untuk kuliah di IPB ini.

  6. Uciha Sas 16 Agustus 2011 / 8:58 PM

    crta z menyedhkn spti yg q alami lagu ini jg yg bs tngin q n lgu pngantr tdr , like inuyasha

  7. Lina Cimutz 7 Januari 2013 / 4:04 PM

    Terima kasih dengan motivasi ini,,

  8. bayu putra anoraga 4 Juni 2013 / 6:23 PM

    mantap,, sy juga sngat suka dengan lagu ini

  9. Muhammad Rizky Putra Tama 28 Agustus 2013 / 10:13 AM

    Sedih Q_Q…..tapi anime ” Inuyasha ” Tamat di Episode 148…. Semoga Ada S2 nya *_*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s