Kerja…Kerja…[mengatasi culture shock dunia kerja]

Alhamdulillah akhirnya setelah sekian lama saya akhirnya bisa up date lagi tulisan di blog ini. maklum ba’da wisuda tempo hari [tgl.23 februari 2011 tepatnya] saya syukur alhamdulillah jelang satu bulan berikutnya dapat kerja juga.

Ini pekerjaan formal pertama saya setelah lulus. saya saat ini bekerja di Korindo, sebuah Holding company punya orang korea. Korindo itu lini usahanya banyak mulai dari plywood, timber plantation, kertas koran, truk dan bus, hingga stasiun TV. saya alhamdulillah ditakdirkan untuk jadi salah satu staff Purchasing di sana, tanggung jawabnya untuk mengatur masalah pembelian kebutuhan untuk pabrik Korindo Motors [yg memproduksi bus untuk trans jakarta].

Lupakan sejenak tentang perusahaan Korindo ini.  ada hal yg lebih penting untuk dibagi di sini. yah tentunya buat fresh graduate  seperti saya, dapat kerja itu hal yang menggembirakan dan sangat disyukuri. bagaimana tidak, dgn IPK yg pas-pasan, syukur alhamdulillah saya bisa dapat kerja tanpa harus menunggu waktu yg lama. namun setiap hal ada ujian yg menyertainya. ujian itu bernama culture shock dunia kerja.

saya sedang mengalami masa peralihan, culture shock dan semacamnya. peralihan dari zona nyaman mahasiswa ke zona yg penuh tantangan di dunia kerja. selayaknya manusia, pasti pengennya yg enak2 aja kan dalam hidupnya. klo perlu gak usah kerja tapi duit tetep ada. hehehe tp bukan kah hidup seperti itu bukan hidup yg sebenarnya, yg kemungkinan besar hanya ada di dunia bawah sadar atau angan-angan saja. realita di lapangan setiap angkatan kerja baru ini [seperti saya] yang memang tidak disiapakan sebagai tenaga kerja siap pakai dan siap guna akan mengalami culture shock dalam dunia kerja yang dinamis. mungkin ketika kuliah mahasiswa sering terlena oleh ritme kuliah yg cenderung teratur dan agak santai. tapi di dunia kerja [khususnya di perusahaan korea dan jepang] ritme kerja akan sangat dinamis, kadang pekerjaan itu ada dan menumpuk tapi juga kadang sama sekali gak ada. kadang kita di tuntut untuk kerja cepat kadang juga kita bisa nyantai senyatai-nyatainya. so perlu siasat yg baik supaya daily activity ada dan bisa dinilai baik oleh rekan kerja dan atasa kita.

Itu baru dari ritme kerja, belum lagi dari membangun komunikasi dgn atasan, rekan kerja, atau bahkan bawahan [biasanya sih seorang fresh graduate jarang yg punya langsung bawahan] akan menjadi ‘seni’ tersendiri yang akan dihadapi. bekerja di PMA (perusahaan modal asing) butuh memahami budaya orang asing atau expatriate di sana. ambil contoh di Korindo yg mayoritas orang korea, nah kita mesti tau nih gimana budaya orang korea. as we know that all man in south korea must join military training for 2 years. so efek dari wajib militer ini terbawa oleh mereka kedalam dunia kerja. mereka jadi lebih disiplin dan amat menghargai waktu. itulah kenapa mereka jalannya suka cepet, n suka nyuruh kita kerja cepet jg [curcol]. dan ada juga keburukan [menurut saya] dari wajib militer ini, yaitu senioritas.  orang korea juga gak suka dibantah di depan umum. Nah kalau kita sudah tau budaya mereka, karakter mereka maka kita juga harus bisa memposisikan diri kita sebaik mungkin dalam berinteraksi dgn mereka.

Kemudian dengan rekan kerja juga kita harus banyak berkomunikasi. krn bagaimanapun posisi kita itu masih newbie, jadi belum tau apa – apa.  maka kita harus rajin nanya, gak malu minta bantuan. tentunya dengan tahu etika sopan santun dan tahu timing minta bantuan yah jangan orang lagi sibuk kita minta bantuin lg. hehehe yah rekan kerja kita juga kan gak semuanya sarjana, apalagi yg udah senior2 nih kita juga mesti bisa menjalin komunikasi dengan baik. maklum bagaimanapun mereka mungkin seumuran dgn bapakk kita kan. Oia menjalin komunikasi juga mesti punya batasan yah, diusahakan jangan masuk ke ranah pribadi masing2.

culture shock yg kedua terkait dengan pola hidup. seperti pola makan, pola jam tidur atau istirahat juga olah raga. apalagi untuk yang bekerja di kantoran seperti saya ini, kebanyakan aktivitas kita selama 8 jam kerja akan dihabiskan di tempat duduk dan mungkin di depan komputer, jadi menjaga kesehatan mutlak dibutuhkan.

nah itu tadi cara mengatasi culture shock yg mungkin terjadi di dunia kerja. oia itu tadi hal yang general, untuk culture shock  spesialisasi profesi akan sangat berkaitan dengan jobdesk yang menjadi tanggung jawab kita nanti. jadi persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin yah. selamat bekerja dan berkarya.

4 thoughts on “Kerja…Kerja…[mengatasi culture shock dunia kerja]

  1. Nida 5 Mei 2011 / 4:44 PM

    Oooohhh,,, Korindo itu dimana Kak..???
    Bagi2 tips dunk Kak, sewaktu ngelamar, wawancara, dsb… ^^

  2. Imam ks 7 Mei 2011 / 12:03 AM

    Makanya undang jd muwajih bwt diskusi pasca kampus..korindo itu di pancoran.

  3. deezeeka 22 Mei 2011 / 3:53 AM

    Barakallahu, mam…. =)

    Allah tahu jalan yang terbaik untuk kita kan?

    banyak cewek korea dong disana, mam? Xixi…jaga hati ya =)

  4. imam.ks 22 Mei 2011 / 8:33 AM

    deasy : amiin nuhun…cewek korea?gak ada kayakna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s