Dad! Where are you going? : Pentingnya belajar jadi seorang ayah

Ini postingan ke dua saya setelah blog ini lama hiatus. tulisan kali ini juga masih seputar yang ‘ringan-ringan’ saja tapi insyaalloh tetep berbobot.

1

Kali ini saya mau bahas tentang satu acara variety show baru korea judulnya : Dad! Where are you going?. Acara ini mengambil konsep  5 orang ayah yang melakukan liburan dengan anaknya di suatu daerah yang agak terpencil di korea sana. Acara ini tayang di stasiun TV MBC mulai 6 januari 2013. Jujur saja saya baru nonton acara ini sampai episode 4, itupun minta download-an gratisan dari teman (thanks mbak sinta).

Jadi tulisan ini hanya akan berkisah dari apa yang saya tangkap dari 4 episode yang saya tonton dan juga bukan bersifat review dari episode acara ini. In my handsome opinion*halah*, variety show ini terbilang mengusung konsep yang baru  dan layak ditonton. Karena menurut saya ada banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran dari tayangan ini.

Yang menjadi talent dalam acara Dad! Where are you going? Adalah pertama Kim Sung Joo  dan putranya Kim Min gook (9 tahun),

2

3

Min Gook ini adalah talent anak – anak tertua dalam variety show ini. Karakternya menurut saya sedikit childish (mungkin karena masih 9 tahun) lebih banyak menangis kalau keinginannya tidak dia dapatkan. Tapi dia cukup baik juga sama adik – adiknya dalam acara ini.

lee jong hyuk dan putranya Lee Joon Soo (6 tahun),

4

5Hahaha…saya suka nih ama karakter Joon Soo,polos dan lugu. Dia juga punya kelemahan dalam menghafal.

Song Jong Kook dan putrinya Song Jia (6tahun),

6

7

Jia ini satu – satunya talent anak – anak yang perempuan dalam acara ini. Dia banyak jadi pusat perhatian dari saudara2 laki – lakinya dalam acara ini terutama Yoon Hoo.

Sung Dong Il dan putranya Sung Joon (7 tahun),

8

9

Nah kalau si Sung Joon ini talent anak – anakpaling cool. Sumpah ini anak gayanya cool bener. Karakternya cenderung pendiam, tak banyak bicara. Pada awalnya dia sangat takut dengan ayahnya (mungkin karena umur yg terpaut jauh dimana ayahnya berusia 46 tahun) tapi dari acara ini dia jadi tahu kalau ayahnya sebenernya sayang sama dia.

Yoon min Soo dan putranya Yoon Hoo (7 tahun).

10

12

Enah ini c Yoon Hoo ini talent yang paling saya suka. Ngingetin saya waktu kecil..hahaha. Si Hoo ini anaknya periang, pintar ‘ngeles’, hobbinya makan, baik hati, dan dia seorang Jia Lover wakakakak (ini bumbu variety show). Dia sangat baik dan melindungi teman2nya terutama Song Jia.

Nah itu tadi perkenalan awal dengan talent dalam acara ini. Seperti sudah saya tulis dikit di awal tulisan. Acara ini mengambil konsep 5 orang ayah -yang SUPER SIBUK dengan pekerjaannya- pergi berlibur selama satu hari dengan putra atau putrinya tanpa didampingi oleh ibu mereka. Si ayah ini harus bertugas untuk mengurus semua keperluan anaknya, mulai dari membuatkan sarapan pagi, memandikan anaknya, mengganti baju, menenangkan anaknya kalau mereka rindu ibunya,membacakan cerita, mengajari mereka menyanyi, dll. Dalam acara ini semua hal tadi dilakukan sendiri oleh si ayah tanpa bantuan siapapun termasuk kru acara ini.

Bagi mereka (talent) hal ini merupakan kesempatan yang jarang mereka bisa lakukan. Setiap hari mereka sibuk dengan pekerjaanya masing2 ada yang sebagai MC, aktor drama, penyanyi, bahkan pemain bola profesional. Sehingga merekatak banyak memiliki waktu untuk anak – anaknya. Semua keperluan anak2 mereka diurusi oleh ibunya saja. Hal ini tentu sangat menyedihkan. Sung Dong Il misalnya, bahkan anaknya sendiri Jun takut dengan dia. Jun merasa asing dengan ayahnya karena ayahnya tak pernah bisa menunjukan rasa sayangnya sama dia. Ayahnya juga lebih sering marah – marah kalau di rumah.

Mungkin bagi kita itu hal biasa, tapi yuk coba cermati lebih dalam lagi. Berapa banyak dari kita yang mungkin berada dalam posisi yang sama. Si ayah sibuk bekerja sehingga lupa dengan perkembangan anak – anaknya. Tak banyak memori atau kenangan indah yang tercipta bersama anak2nya. Miris.

seorang ayah kerja kerasnya dalam pekerjaan tentu semata – mata untuk memberikan kecukupan hidup bagi keluarganya. Tak jarang mereka berangkat bekerja pagi buta saat anaknya pun belum bangun dan pulang kerja saat anaknya sudah kembali tidur. Saya sangat berharap saya tidak ingin mengalami posisi yang sama. Anak – anak tumbuh tanpa mendapat kasih sayang yang cukup dari ayahnya, mereka banyak yang kehilangan figur ayahnya. Padahal seharusnya anak – anak itu belajar dari orang tua mereka. si anak laki kelak akan menjadi ayah dan mereka harus bisa belajar dari ayahnya.

Ada yang bilang bukan hanya kuantitas pertemuan tapi kualitas lebih utama. Hmm tanpa mengurangi rasa hormat pada mereka yang berpendapat seperti itu. IMO, kuantitas juga sangat penting tak bisa dikesampingkan dengan mengutamakan kualitas pertemuan. Bagaimanapun kehadiran sosok ayah secara fisik juga sangat dibutuhkan menurut saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s